Rehat edisi November 2012......kepercayaan dan pemimpin...

Rabu, 7 November 2012 08:23:09 - oleh : Nunuk

Rehat edisi November 2012...... kepercayaan seorang pemimpin

 

Dalam sebuah kesempatan diskusi di pojok masjid, seperti biasanya yang dibahas adalah topik hangat yang ada diseputar kami. Salah satunya adalah tentang kepemimpinan yang saat ini kami hadapi. Ada seorang teman yang menceritakan tentang gaya kepemimpinan atasannya yang sungguh sangat menyedihkan. Keras kepala, tidak mau mendengar, tidak butuh masukan dari stafnya, dan tidak menghargai dirinya sendiri. Saya bertanya, apa maksudnya tidak menghargai diri sendiri? ternyata yang dimaksud adalah tidak pernah menghargai hasil karya dan ide-ide stafnya, dan tidak pernah mmeberi kepercayaan kepada stafnya terhadap kewenangan yang dimilikinya. Meskipun yang selalu dipakai diluar adalah ide dan buah karya staf yang tidak dipercayainya."Itu kan namanya merendahkan diri sendiri mbak, di depan kami sok tahu, padahal yang dia pakai ide-ide kami!" katanya dengan senyum penuh arti.

 

Saya merenung sambil mengingat-ingat, salah seorang sahabat online saya (Anne Ahira, red) pernah mengirimkan tulisan tentang kepercayaan seorang pemimpin yang cuplikannya sebagai berikut:

 

Dear Nunuk yang amanah,


Kepercayaan adalah fondasi dari semua hubungan. Hubungan kerja, bisnis, kepemimpinan dan tentu saja cinta dibangun atas dasar kepercayaan. Tanpa itu, sebuah hubungan tak akan berjalan, sebuah organisasi pun akan kacau.
Bayangkan jika Anda berada dalam sebuah lingkungan, hubungan atau organisasi tanpa kepercayaan, para pekerjanya saling curiga satu sama lain dan para atasannya berusaha mempertahankan posisinya masing-masing dengan segala cara. Organisasi seperti itu sangat rapuh dan tinggal menunggu waktu untuk hancur.

Sahabat, sebagai seorang pemimpin, Anda harus menginvestasikan banyak waktu untuk membangun kepercayaan dari bawahan atau pengikut Anda.

Kepercayaan itu sebenarnya dibangun atas fondasi sederhana. Jalanilah kehidupan dengan penuh integritas dan hormati orang lain. Konsistensi dalam kata dan perbuatan. Melakukan dan menepati apa yang Anda katakan pada orang lain.

Sebelum Anda mengharapkan orang lain percaya pada Anda, sebagai pemimpin Anda harus percaya dahulu pada orang lain. Delegasikan kewenangan Anda pada mereka. Mereka pun akan merasa dipercaya atas kemampuan mereka.
Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya butuh waktu beberapa detik untuk menghancurkannya. Belajarlah mempercayai, belajarlah untuk jadi orang yang dipercaya.

Salam hangat selalu dari sahabatmu,
Ahira

 

Perihal kepemimpinan, teringat kepada seseorang yang pernah menjadi pimpinan saya ketika awal saya bekerja. Beliau merupakan salah satu pimpinan yang mendekati ideal. Sikap, gaya, pandangan, pola hidup, dan perilakunya sungguh sagat elok. Salah satu yang saya kagumi adalah ketrampilan mendidik yang sangat tinggi dari beliau. Beliau memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi.

 

Rasionalitas, beliau sangat paham bahwa semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan diluar organisasi tersebut.

 

Objektivitas, itu yang paling saya sukai dari beliau. Beliau berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif.

 

Semoga beliau selalu mendapat kebahagiaan dari kebaikan yang pernah dilakukan.

 

Kita rindu kepada orang-orang seperti itu, beliau tidak hanya kepala tetapi sekaligus pemimpin untuk kami.

 

Seperti kata seorang teman, "mbak kepala itu orang yang bertindak seperti majikan kepada pembantunya, tetapi kalau pemimpin itu seperti seorang bapak/ibu kepada anaknya".

 

Benar juga ya.

 

Semoga pengemban amanah di Dinas Pendidikan mampu menjadi pemimpin. Seperti judul lagu seorang penyanyi kesukaan saya bahwa "separuh aku dirimu".

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Arsip Berita" Lainnya